Tuntutan Aliansi Masyarakat Desa MTT Diakomodir Pemda dan 5 Perusahaan IUP, Jalan Beton Segera Dibangun Tahun 2026
- account_circle Suhardin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirkayatsultra.com | Konawe Utara – Aspirasi masyarakat lingkar tambang di wilayah Mandiodo, Tapuemea, dan Tapunggaya (MTT) akhirnya mendapat respons nyata. Pemerintah Kabupaten Konawe Utara bersama lima perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) resmi menyepakati percepatan pembangunan jalan beton ruas Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya sepanjang 2,8 kilometer.
Kesepakatan tersebut lahir dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., pada Kamis, 2 April 2026.

Rapat penting ini dihadiri unsur pimpinan perusahaan pemilik IUP di wilayah blok Mandiodo, Ketua DPRD Konawe Utara, Kapolres Konawe Utara, pimpinan OPD lingkup Pemda Konawe Utara, serta perwakilan Forum Percepatan Pembangunan Jalan Beton Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya (MTT).
Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari tuntutan Aliansi Masyarakat Desa MTT yang sebelumnya mendesak pemerintah daerah untuk memfasilitasi pertemuan bersama lima perusahaan pemegang IUP agar segera berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur jalan penghubung yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H Menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi konkret terhadap aspirasi masyarakat, khususnya terkait peningkatan infrastruktur dasar di wilayah lingkar tambang.

“Pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator agar kepentingan masyarakat dan pihak perusahaan dapat berjalan seiring. Infrastruktur jalan ini sangat penting karena menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Mandiodo, Tapuemea, dan Tapunggaya,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah poin penting sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan perusahaan pemegang IUP.
Pertama, percepatan pembangunan jalan aspal beton ruas Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya sepanjang 2,8 kilometer disepakati akan didukung pendanaannya oleh lima perusahaan, yakni PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara, PT Cinta Jaya, PT Bumi Nikel Nusantara, PT Sumber Bumi Putra, dan PT Bumi Konawe Minerina. Masing-masing perusahaan berkomitmen menyalurkan dana sebesar Rp2,8 miliar melalui program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun berjalan.
Kedua, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara turut menyanggupi mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk mendukung pembangunan jalan beton ruas Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya.

Ketiga, total kebutuhan anggaran pembangunan jalan beton sepanjang 2,8 kilometer tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp17 miliar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun.
Keempat, pembangunan jalan beton Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026.
Kelima, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe Utara menyanggupi penyelesaian dokumen perencanaan teknis dalam waktu dua minggu setelah rapat koordinasi dilaksanakan.

Keenam, Forum Percepatan Pembangunan Jalan Beton Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya akan selalu dilibatkan dalam setiap pertemuan antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan guna memastikan transparansi serta pengawalan proses pembangunan.
Ketujuh, sumber pembiayaan pembangunan jalan beton Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya berasal dari dana program PPM perusahaan tahun berjalan yang disinergikan dengan dukungan anggaran pemerintah daerah.
Perwakilan Forum Percepatan Pembangunan Jalan Beton MTT menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah dan komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Bupati Konawe Utara yang langsung memfasilitasi pertemuan bersama perusahaan pemegang IUP. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Mandiodo, Tapuemea, dan Tapunggaya agar akses jalan yang selama ini dinantikan akhirnya bisa segera terealisasi tahun ini,” ujar perwakilan forum masyarakat.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, masyarakat berharap pembangunan jalan beton Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan lingkar tambang Konawe Utara.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar