Bupati Konawe Utara Desak PLN Tuntaskan Krisis Listrik, PLTD 8 Megawatt Ditarget Beroperasi Oktober 2026
- account_circle Suhardin
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konawe Utara – Bupati H. Ikbar, SH., MH mendesak pihak PLN segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Desakan tersebut disampaikan usai pertemuan koordinasi antara pihak PLN dan Pemerintah Daerah Konawe Utara terkait kondisi tegangan listrik yang tidak stabil di wilayah Konut, Rabu (20/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Ikbar menegaskan bahwa sebelum adanya koordinasi resmi bersama PLN, masyarakat Konawe Utara terlebih dahulu telah melakukan aksi protes akibat buruknya pelayanan listrik yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah tadi pihak PLN datang dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Kami sampaikan bahwa masyarakat Konawe Utara sudah hampir tiga tahun merasakan tegangan listrik yang tidak menentu,” ujar Ikbar.
Menurutnya, kondisi listrik yang tidak stabil telah menyebabkan banyak peralatan elektronik milik warga rusak. Bahkan masyarakat harus berulang kali memperbaiki barang elektronik akibat tegangan listrik yang naik turun.
“Di Konut ini yang panen hanya dua, tukang servis sama Kolombos dan Simpatik. Artinya barang belum lunas dibeli sudah masuk servis lagi karena rusak,” katanya dengan nada tegas.

Ikbar meminta PLN tidak hanya fokus pada pelayanan administratif, tetapi juga harus memastikan kualitas pasokan listrik tetap stabil dan aman digunakan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, pihak PLN menyampaikan sejumlah langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk solusi sementara, PLN berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kecamatan Asera.
“PLN sudah menyampaikan bahwa untuk jangka pendek mereka akan membangun PLTD di Asera. Proses pembebasan lahan, perizinan, hingga mobilisasi peralatan dari Surabaya akan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Bupati Ikbar mengatakan, sesuai jadwal yang dipaparkan PLN, PLTD tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 dengan kapasitas 8 megawatt.
“PLTD ini nantinya akan melayani seluruh wilayah Konawe Utara dan diharapkan bisa menstabilkan listrik dalam jangka pendek,” tambahnya.
Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Daerah Konawe Utara menunggu pembangunan RKIB di PT Stargete beserta pembangunan gardu induk berkapasitas 275 megawatt.
Ikbar juga meminta agar sebagian kapasitas listrik dari proyek tersebut dapat diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Konawe Utara.
“Saya sudah minta kepada pimpinan PT Stargete maupun PLN agar 20 megawatt dari pembangunan RKIB itu dikhususkan untuk masyarakat. Insya Allah tahun 2027 persoalan listrik di Konawe Utara bisa tuntas secara keseluruhan,” tegasnya.
Diketahui, dalam koordinasi tersebut PLN memaparkan tahapan pelaksanaan proyek pembangunan PLTD yang dimulai sejak Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang dengan tahap akhir berupa energize atau pengoperasian sistem.
Tahapan awal proyek diawali dengan administrasi surat menyurat antara UP3 Kendari, UID Sulselrabar, dan PLN Pusat. Selanjutnya dilakukan penyusunan kajian kelayakan teknis guna memastikan kesiapan proyek dari sisi operasional dan teknis.
Setelah proses kajian selesai, tahapan penerbitan anggaran dan perizinan UKL-UPL mulai dilakukan. Pada Juni hingga Juli, kegiatan pengadaan serta pekerjaan clearing lahan (cut and fill) dilaksanakan sebagai persiapan pembangunan infrastruktur utama.
Memasuki Juli hingga Agustus, mobilisasi mesin ke Kabupaten Konawe Utara mulai dilakukan. Secara paralel, pembangunan power house, tangki, hingga instalasi perpipaan juga dikerjakan guna mendukung kesiapan operasional pembangkit.
Pada September, proyek memasuki tahap pemasangan instalasi mesin dan kelistrikan. Setelah seluruh sistem terpasang, PLN akan melakukan testing dan commissioning pada Oktober untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik dan aman.
Selain itu, tahapan evakuasi daya juga dijadwalkan berlangsung sebelum proses energize dilakukan pada akhir Oktober 2026. Dengan rampungnya proyek tersebut, pasokan listrik di Konawe Utara diharapkan menjadi lebih andal serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat setempat.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar