Terkait Sengketa Lahan; PT.BKM Dapat Dukungan Penuh Dari Pemilik Lahan Dan Masyarakat Lokal
- account_circle Suhardin
- calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konut – Sejak tahun 2007 PT.Bumi Konawe Minerina (BKM) Masuk Di Blok MMTT (Mowundo, Mandiodo, Tapuemea, Tapunggaya) Kec Molawe, PT.BKM memulai aktivitas pertambangannya di dua desa yaitu desa Mowundo Dan Mandiodo, sebelum melakukan aktivitas pertambangan PT.BKM terlebih dahulu melakukan sosialisasi mengenai pembebasan lahan masyarakat yang masuk di wilayah IUPnya.
Pada Tahun 2011 PT.Bumi Konawe Minerina (BKM) Pindah Site Yaitu di Desa Tapuemea Dan Tapunggaya, hal serupa yang dilakukan di Site sebelumnya dimana sebelum melakukan aktivitas pertambangan BKM melakukan sosialisasi pembebasan lahan yang masuk di wilayah IUPnya.

Dan Pembebasan lahan yang dilakukan oleh BKM disaksikan oleh stakeholder yang berada di lingkar tambang dan masyarakat secara terbuka dan transparan.
Akhir-akhir ini ada kelompok yang mengklaim lahan milik PT BKM yang sudah dilakukan pembebasan sebelumnya.

Sahid AR selaku Site Manager PT.BKM mengatakan kepemilikan sah lahan yang diklaim kelompok tersebut adalah milik BKM berdasarkan proses verifikasi dokumen yang dilakukan oleh pemerintah setempat dengan menghadirkan pemilik lahan untuk memastikan keabsahan legalitas BKM.
Busran selaku Comdev Specialist juga mengungkapkan bahwa “pada tahun 2011 kami sudah melakukan pembebasan lahan di blok Tapuemea Dan Tapunggaya yang dilakukan secara terbuka dan transparan yang disaksikan langsung pemilik lahan serta Pemerintah Setempat dan tokoh-tokoh masyarakat”.

hari ini kami dapat dukungan penuh dari pemilik lahan, masyarakat lokal serta stakeholder yang berada di lingkup BKM siap memberikan dukungan dalam proses hukum dan menjaga lokasi yang disengketakan dari pihak luar yang melakukan penyerobotan lahan perusahaan yang dimiliki saat ini,”Ungkap Sahid AR,Jum’at(8/8/2025)
Salah satu masyarakat lokal dan juga karyawan PT.BKM yang enggan disebut namanya mengatakan apabila ada perselisihan mengenai lahan tolong jangan diselesaikan dilokasi, karena itu tidak akan menyelesaikan permasalahan melainkan menambah masalah.
Kami seluruh karyawan beserta masyarakat lokal siap menjaga perusahaan yang sudah menghidupi keluarga kami, yang sudah membantu perekonomian diwilayah kami apabila ada gangguan dari luar atau coba menghentikan aktivitas pertambangan di tempat kami bekerja,”Ungkapnya dengan tegas.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar