Dr Suriyadi, S, Pd., M.Pd., M.H. Pendidikan adalah Akar yang Menjaga Konawe Tetap Tumbuh. ” Selamat Hari Pendidkan Nasional Kepada Seluruh Insan Pendidikan Konawe”.
- account_circle Suhardin
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konawe – Menjelang Hari Pendidikan Nasional yang akan diperingati pada 2 Mei 2026, denyut pendidikan di Konawe terasa semakin hidup. Ia seperti akar yang bekerja dalam diam, namun menopang pohon besar bernama masa depan.
Di tengah semarak itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, Dr. Suryadi, menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh pelaku pendidikan—guru, siswa, hingga orang tua yang menjadi fondasi pertama dalam perjalanan belajar.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026. Pendidikan adalah cahaya yang tidak hanya menerangi jalan, tetapi juga menghangatkan harapan. Mari kita rawat bersama agar tetap menyala di setiap langkah generasi muda,” ungkapnya.
Dengan semangat yang sama, ia menggaungkan moto peringatan tahun ini: “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.” Menurutnya, moto tersebut adalah panggilan zaman—sebuah ajakan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergandengan tangan membangun pendidikan yang merdeka, fleksibel, dan berorientasi pada potensi setiap anak bangsa.
Dr. Suryadi juga menekankan tujuan utama Hari Pendidikan Nasional sebagai pengingat kolektif bahwa: Pendidikan adalah pondasi utama kemajuan daerah dan bangsa.
Peran guru adalah cahaya yang membentuk arah kehidupan generasi Kesetaraan akses pendidikan harus terus diperjuangkan Karakter dan integritas harus tumbuh seiring kecerdasan.
Sementara itu, isu-isu penting yang kini tengah “booming” dalam momentum Hardiknas 2026 turut menjadi sorotan, di antaranya: Digitalisasi pendidikan sebagai jembatan menuju era global Penguatan Merdeka Belajar yang lebih kontekstual.
Peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik Inovasi pembelajaran yang adaptif dan kreatif Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan membentuk manusia seutuhnya.
Di Konawe, setiap ruang kelas adalah ladang, setiap guru adalah penanam, dan setiap siswa adalah benih yang kelak tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
Hari Pendidikan Nasional pun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menyalakan kembali api komitmen—bahwa di setiap sudut Konawe, pendidikan harus terus hidup, tumbuh, dan memberi makna.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar