Kinerja Bupati Yusran Akbar Buahkan Hasil, BWS Hibahkan Tanah untuk Pemkab Konawe
- account_circle Suhardin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konawe – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari mendatangani berita acara penyerahan hibah lahan sekitar 7.39 Ha. Diruang rapat Bupati Konawe.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Sekda Konawe, Dr. Ferdnand, perwakilan Ketua DPRD, Kepala BPN Konawe, serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab Konawe dan jajaran BWS IV Kendari. Rabu (13/5/2026).
Hibah ini awalnya diinisiasi sebagai skema pinjam pakai. Namun, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, mengungkapkan rasa syukurnya karena BWS memberikan status hibah penuh, sehingga pemerintah daerah bisa leluasa membangun fasilitas publik.

“Alhamdulillah, balai memberikan kita hibah yang luar biasa. Bangunan ini akan kami pakai 100% untuk kepentingan masyarakat. Saya sudah keliling ke Batu, Malang, Jogja, hingga Solo untuk mengambil konsep. Kami ingin menghadirkan ikon baru, bundaran yang terinspirasi dari Bundaran Hotel Indonesia (HI),” ujar Yusran Akbar dengan penuh antusias.
Bupati yang pernah menjabat Ketua Kadin Konawe itu menjelaskan bahwa progres awal pembangunan jalan beton telah rampung tahun lalu. Dan tahun ini, Pemkab Konawe berkomitmen melanjutkan pembangunan bundaran dengan diameter 80 meter, Monumen Tugu Kalo Sara, taman bermain, hingga kolam retensi seluas 1 hektar. Semua akan terintegrasi dengan kawasan Bendung Wawotobi dan Bendung Ameroro sebagai destinasi wisata air.
“Harapan kita, kota Unaaha perlahan terlihat bersih, rapi dan asri, sehingga target kita tahun 2026 ini Konawe bisa meraih penghargaan Adipura. Dengan kota yang cantik, bersih, dan memiliki ruang publik memadai seperti alun-alun kota, saya optimis,” tegasnya.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, ST, M.T, mengapresiasi langkah Pemkab Konawe yang dinilai visioner. Ia bahkan menamai kawasan baru tersebut dengan sebutan Bundaran KI (Konawe Indah).
“Saya membayangkan suatu hari nanti alun-alun kota Unaaha ini menjadi ikon dan ruang publik yang ‘paket komplit’. Ada pohon, ada air, ada tempat healing,” canda Hardiansyah disambut gelak tawa peserta rapat.
Namun, di balik euforia pembangunan, Hardiansyah menekankan satu syarat mutlak. “Administrasinya harus benar-benar kita rapikan, kita tertibkan. Kami banyak belajar dari pengalaman proses hibah yang tidak terarsip dengan baik hingga menjadi masalah hukum di kemudian hari. Verifikasi aset harus berdasarkan regulasi,” tegasnya yang juga disahuti jajaran Badan Pertanahan (BPN) Konawe dan pengelola aset daerah.
Dipertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama jangka panjang, tidak berhenti di lahan ini, tetapi berpotensi meliputi pengelolaan aset BWS lainnya yang tersebar di Sulawesi Tenggara termasuk di Konawe senilai total Rp8 triliun.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar