Bupati Konawe Utara Launching Paket Intervensi Gizi, Perkuat Upaya Percepatan Penurunan Stunting
- account_circle Suhardin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konawe Utara – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., secara resmi meluncurkan program Pemberian Paket Intervensi Gizi bagi Balita Stunting dan Ibu Hamil yang digelar di Balai Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai investasi penting bagi masa depan daerah.

Launching program ditandai dengan penyerahan paket intervensi gizi kepada balita stunting dan ibu hamil oleh Bupati Konawe Utara yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Utara sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Wisra Wartawati Ikbar, S.Tr.Keb., M.Kes., bersama unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Askam, S.Sos., serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah secara terpadu.
“Penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah melalui intervensi yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, penyediaan air bersih, ketahanan pangan keluarga hingga pola asuh yang baik,” tegas Bupati.

Ia menambahkan bahwa stunting bukan sekadar persoalan angka, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi penerus Konawe Utara.
Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, bidan desa, tenaga gizi, serta kader Posyandu agar melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada setiap anak penerima manfaat. Menurutnya, bantuan paket gizi harus dibarengi dengan pemantauan rutin guna memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal.
“Bantuan yang diberikan harus benar-benar dikonsumsi oleh anak sasaran. Karena itu, perlu dilakukan pemantauan berkala agar perkembangan kesehatan dan pertumbuhan mereka dapat terukur dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Ikbar menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi periode krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Ia berharap sinergi antara keluarga, kader Posyandu, pemerintah desa, dan Tim Penggerak PKK terus diperkuat dalam mengawal kesehatan ibu dan anak sejak dini.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan, kita optimistis dapat mencetak generasi Konawe Utara yang sehat, cerdas, unggul, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten dan Staf Ahli Bupati, kepala instansi vertikal, kepala OPD, kepala bagian lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, camat, lurah, kepala desa, serta kader kesehatan se-Kecamatan Motui.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar