Sekda kabupaten Konawe Dr.Ferdinand,S.P.,M.H. Membuka Porseni di kecamatan Wonggeduku Barat Sekaligus Hari Jadi Wonggeduku Barat
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | KONAWE — Pemerintah Kecamatan Wonggeduku Barat menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat kecamatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kecamatan Wonggeduku Barat. Rabu 19 Agustus 2026
Kegiatan tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., setelah Camat Wonggeduku Barat, Tasrin, S.E., M.M., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Dalam laporannya, Tasrin menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan Porseni sekaligus menggambarkan semangat dan antusiasme pemerintah kecamatan bersama masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kecamatan Wonggeduku Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kepala desa, guru dan pelajar, serta unsur TNI dan Polri, termasuk Danramil dan Kapolsek.
Usai mendengarkan laporan camat, Ferdinand menyampaikan sambutan sekaligus sejumlah pesan dan arahan kepada peserta dan masyarakat yang hadir.
Sebelum menyampaikan sambutan, Ferdinand memberikan tantangan kepada generasi muda yang masih menghafal teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia untuk tampil di hadapan peserta. Tantangan tersebut kemudian direspons dengan tampilnya Kepala Desa Puday, Sasbin Aden Liambou, serta perwakilan generasi muda, Aulia, untuk membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ferdinand mengapresiasi keberanian keduanya. Menurutnya, keberanian tersebut menggambarkan bahwa semangat perjuangan tidak mengenal usia.

“Semangat juang itu tidak mengenal usia. Walaupun mungkin masih terdapat kekurangan, keberanian untuk tampil dan berbuat merupakan sesuatu yang patut kita apresiasi,” ujar Ferdinand.
Ia menilai momentum tersebut penting menjadi refleksi dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kecamatan Wonggeduku Barat.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum mengenang perjuangan para pendahulu, memperkuat persatuan dan kebersamaan, serta mendorong seluruh elemen masyarakat terus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semangat tersebut juga menjadi contoh dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berani berbuat, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Dalam sambutannya, Ferdinand juga memberikan perhatian terhadap pelayanan kesehatan di Kecamatan Wonggeduku Barat. Ia menyebut, berdasarkan laporan sebelumnya, capaian pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas Wonggeduku Barat telah mencapai sekitar 84 persen.
Capaian tersebut, kata dia, merupakan hal yang patut diapresiasi dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Puskesmas beserta seluruh jajaran. Capaian ini merupakan bukti keseriusan dan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ferdinand juga menitipkan pesan kepada pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA agar tidak berhenti belajar dan terus berusaha meraih prestasi. Ia meminta para pelajar membuktikan kepada orang tua bahwa mereka mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga dan daerah.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi dan berusaha, karena keberhasilan membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, serta semangat untuk terus belajar,” pesannya.
Selain itu, Ferdinand merespons usulan pembangunan pagar di fasilitas olahraga yang disampaikan kepala desa. Usulan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti dan dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan kegiatan olahraga masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana olahraga tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas olahraga, tetapi juga menyangkut keselamatan anak-anak dan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut. Ia berharap pembangunan pagar tersebut dapat direalisasikan pada 2027.
“Keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita harus menjadi perhatian bersama. Kita berharap sarana dan prasarana yang ada dapat terus ditingkatkan sehingga kegiatan pendidikan, olahraga, dan pembinaan generasi muda dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menjelang pertandingan, Ferdinand secara khusus mengingatkan wasit, juri, panitia, dan seluruh peserta agar menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan sportivitas.
Ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan pasti memiliki pemenang dan pihak yang kalah. Namun, hasil pertandingan tidak boleh menghilangkan persaudaraan dan kebersamaan.
“Menanglah dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan lapang dada,” tegasnya.
Ia berharap Porseni tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pemerintah, guru, kepala sekolah, pelajar, pemuda, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Kecamatan Wonggeduku Barat.
Ferdinand juga berharap pembangunan di wilayah Wonggeduku Barat terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Setelah menyampaikan seluruh arahan, Sekda Konawe Dr. Ferdinand, S.P., M.H., secara resmi membuka Porseni tingkat Kecamatan Wonggeduku Barat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kecamatan Wonggeduku Barat.
“Dengan ini saya nyatakan Pekan Olahraga dan Seni tingkat Kecamatan Wonggeduku Barat, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Jadi Kecamatan Wonggeduku Barat, dibuka secara resmi.”
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar