Berkat Pendampingan ANTAM, Petani Mowundo Panen 110 Kg Cabai dan Perluas Usaha
- account_circle Suhardin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
aspirasirakyatsultra.com | Konut – Program Mandiri Pangan PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara membantu mendorong pengembangan usaha pertanian masyarakat. Salah satunya dirasakan Ibnu Hajar, petani di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, yang kini berhasil mengembangkan budidaya cabai di lahan seluas 1.500 meter persegi.
Berawal dari menanam sayuran di pekarangan rumah, Ibnu Hajar kini mengembangkan cabai merah keriting varietas Laba F1 dan cabai merah besar dengan sekitar 1.700 lubang tanam.
Melalui pendampingan program, ia belajar meningkatkan teknik budidaya, mengatasi hama dan penyakit, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Dukungan cultivator dari ANTAM bersama kelompok taninya juga membantu mempercepat pengolahan lahan.

“Kalau menggunakan tenaga manual, kami harus mencangkul dalam dan membutuhkan beberapa orang. Setelah ada cultivator, pekerjaan menjadi lebih cepat dan biaya pengolahan lahan juga lebih ringan,” ungkap Ibnu Hajar.
Menurutnya, pengolahan lahan berukuran 50 x 30 meter yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh hari secara manual, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari menggunakan cultivator.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Hingga panen keempat pada 20 Oktober 2026, Ibnu Hajar telah menghasilkan sekitar 110 kilogram cabai.
Panen pertama menghasilkan enam kilogram, panen kedua 25 kilogram, panen ketiga 40 kilogram, dan panen keempat 39 kilogram. Proses dari pembukaan lahan hingga panen pertama membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

Hasil panen dipasarkan kepada pedagang, pembeli langsung, serta penyedia katering perusahaan di sekitar wilayah tersebut. Pembelinya juga mulai menjangkau wilayah Asera dan Lasolo.
Ibnu Hajar menilai peluang usaha pertanian masih terbuka lebar karena kebutuhan cabai dan sayuran masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi oleh produsen lokal.
“Menurut saya, yang dibutuhkan itu ketekunan dan kesabaran. Jangan hanya melihat hasil akhirnya, tetapi lihat juga proses yang dilalui,” tuturnya.
Southeast Sulawesi Region, CSR ER Sub Division Head PT ANTAM Tbk, Muhammad Rusdan, mengapresiasi ketekunan Ibnu Hajar bersama kelompok taninya dalam mengembangkan usaha pertanian.

Ia menegaskan bahwa dukungan sarana dan pendampingan perlu diiringi kemauan masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi lokal.
“ANTAM hadir sebagai pendukung melalui penyediaan sarana dan pendampingan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengembangkan usahanya,” ujar Muhammad Rusdan.
Ia berharap Program Mandiri Pangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong Desa Mowundo menjadi salah satu sentra produksi pangan dan sayuran di Kecamatan Molawe.
Pengalaman Ibnu Hajar menunjukkan bahwa perpaduan pendampingan, dukungan sarana, dan ketekunan petani dapat membuka peluang pengembangan usaha pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar