Tanggap Cepat Cegah Abrasi Pantai Desa Mandiodo, PT BKM Berkolaborasi dengan Tiga Perusahaan Lakukan Penimbunan
- account_circle Suhardin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konawe Utara – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat pesisir, PT Bumi Konawe Minerina (BKM) bersama tiga perusahaan yang beroperasi di Blok Mandiodo melakukan kegiatan penimbunan untuk mencegah abrasi pantai di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara.
Kegiatan penanganan abrasi ini dilaksanakan selama kurang lebih dua pekan, mulai 14 Juni hingga 25 Juni 2026. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang dilakukan Pemerintah Desa Mandiodo bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut guna merespons kondisi abrasi yang terjadi di sepanjang pesisir desa.
Melalui forum koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mandiodo, Alias Manan, empat perusahaan yang berada di Blok Mandiodo sepakat untuk berkolaborasi dalam mendukung langkah pencegahan abrasi. Masing-masing perusahaan berkontribusi dengan menyediakan alat berat sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam kegiatan ini, PT BKM memberikan dukungan berupa dua unit dump truck, sementara tiga perusahaan lainnya yakni PT Cinta Jaya, PT SBP, dan PT BNN turut berpartisipasi dengan menyediakan excavator dan dump truck untuk mempercepat proses penimbunan di area yang terdampak abrasi.
Manager CDE PT BKM menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat yang terjadi di wilayah binaan.
“Langkah ini merupakan wujud kepedulian dan upaya tanggap darurat perusahaan terhadap terjadinya abrasi di Desa Mandiodo yang merupakan desa binaan PT BKM. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik antara PT BKM dengan tiga perusahaan lainnya yang berada di Blok Mandiodo dalam mendukung upaya perlindungan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan abrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat, agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.

Sementara itu, Kepala Desa Mandiodo, Alias Manan, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan respons cepat yang diberikan oleh seluruh perusahaan. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus dipertahankan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ancaman abrasi yang berpotensi merusak garis pantai serta mengganggu aktivitas masyarakat dapat diminimalisir. Upaya pencegahan yang dilakukan secara gotong royong ini juga menjadi bentuk investasi lingkungan demi menjaga keberlanjutan kawasan pesisir bagi generasi mendatang.
“Mari kita jaga bersama pantai kita untuk keberlangsungan anak cucu kita ke depan,” tutup Manager CDE PT BKM.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar