Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » TERPOPULER » Bupati Konawe Apresiasi Kades Lalomboda Pelopori Kelengkeng: Ini Bukan Sekadar Panen, Ini Gerbang Ekonomi Baru untuk Masyarakat

Bupati Konawe Apresiasi Kades Lalomboda Pelopori Kelengkeng: Ini Bukan Sekadar Panen, Ini Gerbang Ekonomi Baru untuk Masyarakat

  • account_circle Suhardin
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Spread the love

aspirasirakyatsultra.com| Konawe – Dalam suasana penuh semangat dan guyonan khasnya yang menghangatkan, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, menyampaikan pidato penuh makna saat menghadiri Panen Raya Kelengkeng New Cristal di Desa Lalombonda, Kecamatan Amonggedo, Rabu (10/9/2025). Acara yang dihadiri, Sekda Konawe, Dr Ferdinand, sejumlah kepada OPD, Ketua Tim Penggerak PKK, Hj Hania, SPd, MPd Gr, tokoh masyarakat dan ratusan petani, ini bukan sekadar seremoni, tapi menjadi momentum transformasi ekonomi pertanian di Kabupaten Konawe.

Dengan gaya bicara blak-blakan dan penuh canda, Bupati Yusran membuka pidatonya dengan apresiasi tinggi kepada Kepala Desa Lalombonda, Budiarto, SE, yang sejak 2017 menanam kelengkeng hanya sebagai hobi, namun kini menjadi pelopor agribisnis buah unggulan.

“Dulu dikatain tidak bakal berbuah, eh sekarang manis-manis. Ini bukti kalau petani kita punya hati, punya tekad, dan punya mimpi besar. Ini bukan sekadar panen, ini gerbang ekonomi baru untuk masyarakat!” — tegas Bupati disambut tepuk tangan meriah.

Ia menekankan bahwa Kelengkeng New Cristal bukan buah biasa. Di mata pasar, kelengkeng setara dengan apel. “Ini buah elite. Kalau ke acara resmi provinsi atau kementerian, pasti ada kelengkeng. Dan menariknya, buah kelengkeng dibeli oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Ini peluang besar!”

Bupati Yusran mengungkapkan strategi besar Pemkab Konawe yaitu “Kawasan Tematik Berbasis Potensi Desa.”

“Kita tidak bisa seperti Jawa yang satu desa satu komoditas. Di Konawe, kita buat kawasan tematik: satu kecamatan, satu komoditas unggulan. Amonggedo? Ya Kelengkeng! Plus durian, dan plus sapi!”

Ia meminta kepala desa se-Amonggedo untuk segera memberikan feedback ke dinas terkait. Soal tanaman apa yang cocok, lahan kosong berapa hektar, populasi ternak berapa ekor. Semua data itu akan jadi dasar program pemerintah.

“Jangan sampai bantuan kandang sapi diberikan ke yang bukan peternak. Jangan sampai lahan sawah baru ditolak karena masyarakat lebih suka sawit. Kita harus jujur, transparan, dan tepat sasaran!”

Salah satu program andalan Koperasi Desa Merah Putih. Bupati ingin koperasi desa menjadi pemasok utama untuk Program Makan Bergizi Gratis (BMG) yang akan menyasar 33 dapur di Konawe hingga Desember 2025.

“Kalkulasinya. Satu dapur butuh 4 ekor sapi per minggu. Kalau 33 dapur? Bisa 120 ekor per bulan! Bayangkan uang yang berputar di petani kita. Belum lagi kebutuhan buah, sayur, telur, ayam. Ini peluang emas!”

Tantangan Air & Infrastruktur: “Kita Harus Bangun Embung!”

Bupati tak menutupi tantangan utama pertanian Amonggedo: keterbatasan irigasi.

“Bendungan tahun 80-an sulit menyuplai air ke sini. Elevasinya beda, dikisaran 25-30 meter. Jadi kita bangun embung-embung kecil. Tahun ini kita dapat bantuan normalisasi saluran irigasi — bersihkan lumpur, sedimen, rumput. Biar air bisa mengalir maksimal.”ujarnya.

Ia meminta Dinas PU, Dinas Pertanian, dan BPMD untuk segera turun tangan. “Jangan tidur harus kerja keras! Kalau perlu, rambut putih semua demi petani kita!” — candanya sambil menunjuk kepala dinas yang hadir.

Program mendesak lainnya, Peternakan Sapi: “Gemukkan 3 Bulan, Untung Rp15 Juta!”

Bupati Yusran juga mengungkap peluang besar di sektor peternakan:

“Beli sapi Rp8 juta, gemukkan 3 bulan, jual Rp11-12 juta. Untung Rp3-4 juta per ekor. Kalau beli 5 ekor? Untung Rp15-20 juta dalam 3 bulan! Ini bukan mimpi, ini nyata!”

Ia memerintahkan Dinas Peternakan untuk segera membuat program penggemukan sapi skala kecil, agar lebih banyak petani yang bisa ikut. “Jangan kasih 20 ekor ke satu orang. Kecilkan, biar merata. Dokter hewan harus turun lapangan, bantu agar sapi bisa produksi optimal setahun!”

Pesan Khusus untuk Kepala Desa & Aparat: “Jangan Tidur, Data Harus Akurat!”

Dengan nada serius, Bupati meminta seluruh kepala desa dan aparat untuk:

Identifikasi potensi desa secara akurat — lahan kosong, jumlah petani, populasi ternak.

Sosialisasikan program cetak sawah — meski tren sawit tinggi, hitung untung-ruginya secara ekonomis.

Bangun sinergi dengan penyuluh dan dinas — jangan biarkan program gagal karena data salah.

“Kalau ada warga tolak cetak sawah, ya tidak apa-apa. Tapi jangan nanti minta lagi. Kita prioritaskan yang mau dulu. Dana APBN ini bukan uang saya, ini uang rakyat, untuk rakyat!”

“Konawe Harus Jadi Pusat Wisata Petik Kelengkeng!”
Di penghujung pidatonya, Bupati Yusran kembali menegaskan visinya:

“Saya ingin Konawe dikenal bukan hanya karena sawit, tapi karena wisata petik kelengkeng! Seperti Malang punya apel, kita punya kelengkeng! Bapak Budiarto sudah buktikan. Sekarang giliran kita semua — petani, kepala desa, dinas, koperasi — untuk membesarkan ini bersama!”

“Mari kita bangun Konawe dari desa. Karena kekuatan kita ada di bawah. Ekonomi rakyat adalah kekuatan sejati. Jangan biarkan uang BMG lari ke luar daerah. Mari kita rebut peluang ini — untuk petani, untuk anak-anak kita, untuk masa depan Konawe yang berdaulat pangan dan sejahtera!”

Sebelumnya, Laporan Camat Amonggedo: Daerah Multikultural dengan Potensi Pertanian Tinggi

Kecamatan Amonggedo merupakan salah satu kecamatan strategis di Kabupaten Konawe dengan luas wilayah mencapai 12.375 hektare dan populasi penduduk sekitar 11.302 jiwa. Wilayah ini terdiri dari 14 desa dan 1 kelurahan, dihuni oleh 8 suku etnis, yaitu Tolaki, Jawa, Bali, Sunda, Lombok, Bugis, Makassar, dan Selayar. Keberagaman budaya dan agama—termasuk Islam, Hindu, dan Kristiani—tidak mengurangi rasa persatuan dalam membangun daerah yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.

Dalam laporan resminya, Camat Megahwati menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Amonggedo adalah petani. Di samping menanam padi dan kelapa sawit, warga juga aktif memanfaatkan lahan kosong dan halaman rumah untuk menanam buah-buahan seperti mangga, durian, rambutan, langsat, dan khususnya kelengkeng, yang telah menjadi simbol baru ketahanan pangan desa.

  • Penulis: Suhardin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Kawasan Hutan DLKr dan DLKp Pelabuhan Pengumpan Lokal Digelar di Desa Puusiambu

    Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Kawasan Hutan DLKr dan DLKp Pelabuhan Pengumpan Lokal Digelar di Desa Puusiambu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Suhardin
    • visibility 493
    • 0Komentar
    Spread the love

    Spread the loveaspirasirakyatsultra.com | Konawe Utara, Senin (22/12/2025) — Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Perhubungan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Kawasan Hutan pada Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Pengumpan Lokal. Kegiatan ini berlangsung di Desa Puusiambu, Kecamatan Lembo, dan diikuti oleh masyarakat sekitar kawasan hutan, perangkat desa, […]

  • Menahkodai Konawe Utara Selama 2 Periode H.Ruksamin Ucapkan Rasa Terima Kasih Kepada Seluruh Masyarakat Konawe Utara

    Menahkodai Konawe Utara Selama 2 Periode H.Ruksamin Ucapkan Rasa Terima Kasih Kepada Seluruh Masyarakat Konawe Utara

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Suhardin
    • visibility 219
    • 0Komentar
    Spread the love

    Spread the loveaspirasirakyatsultra.com | Konut – menahkodai Konawe Utara selama 2 periode H.Ruksamin di sisa jabatannya yang tinggal menghitung hari mengucapkan rasa terima kasih dan puji syukur terhadap masyarakat yang telah memberikan kesempatan untuk mengabdi demi memajukan Konawe Utara Hal tersebut di ucapkan lewat press rilisnya. Selasa 18 Februari 2025“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Teruntuk Seluruh masyarakat […]

  • Kapolres Konut : Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Menanti Bripda LOI Pelaku Penganiayaan

    Kapolres Konut : Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Menanti Bripda LOI Pelaku Penganiayaan

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Suhardin
    • visibility 204
    • 0Komentar
    Spread the love

    Spread the loveaspirasirakyatsultra.com | Konawe Utara — Kepala Kepolisian Resor Konawe utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H dalam keterangannya menangapi kejadian dugaan kasus penganiayaan Bripda LOI terhadap perempuan AR (25) dengan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di BTN Baruga Saranani Lestari Kota Kendari, senin (25/08/25) “Saya Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., […]

  • FORKAM HL SULTRA : MEMINTA BUPATI DAN DPRD KONAWE UTARA EVALUASI SELURUH KEGIATAN PERTAMBANGAN DI KONAWE UTARA

    FORKAM HL SULTRA : MEMINTA BUPATI DAN DPRD KONAWE UTARA EVALUASI SELURUH KEGIATAN PERTAMBANGAN DI KONAWE UTARA

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Suhardin
    • visibility 238
    • 0Komentar
    Spread the love

    Spread the loveaspirasirakyatsultra.com | Konut – Konawe utara adalah salah satu daerah di Sulawesi tenggara yang memiliki sumberdaya alam yang cukup besar , dimulai dari pertanian , kehutanan ,Perkebunan, perikanan dan kelautan , obyek wisata dan pertambangan dan budaya yang di sebut sebagai 8 delapan pilar utama Pembangunan Konawe utara . Kedelapan Pilar Pembangunan tersebut […]

  • Kepala Desa linongasai tidak pernah terlibat dalam penambangan pengolahan pasir yang berada di teteona

    Kepala Desa linongasai tidak pernah terlibat dalam penambangan pengolahan pasir yang berada di teteona

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Suhardin
    • visibility 228
    • 0Komentar
    Spread the love

    Spread the loveaspirasirakyatsultra.com | Konawe -kepala Desa linongasai Rais Tuduan tidak pernah terlibat dalam penambangan pasir tersebut memang dia punya lahan. Disana tapi bukan saya yang menambang Sudah lama pertambangan berjalan tapi saya tidak pernah terlibat justru saya punya lahan di sana saya biar khan mereka mengolah keluarga  mencari nafkah tapi saya tidak terlibat sama […]

  • PT.ANTAM Kalah Melawan KMS 27 ; IUP KMS 27 Kembali Aktif

    PT.ANTAM Kalah Melawan KMS 27 ; IUP KMS 27 Kembali Aktif

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Suhardin
    • visibility 248
    • 0Komentar
    Spread the love

    Spread the loveaspirasirakyatsultra | Jakarta -24 Februari 2025 – Mahkamah Agung Republik Indonesia telah mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh PT Karya Murni Sejati 27 dalam perkara hukum yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta PT Antam Tbk. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 767 K/TUN/2024 yang disampaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara […]

expand_less