Kolaborasi PT ANTAM, TNI dan Pemkab Konawe Utara Hadirkan Jembatan Perintis Garuda
- account_circle Suhardin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

aspirasirakyatsultra.com | Konawe Utara — Kolaborasi antara PT ANTAM (Persero) Tbk, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menghadirkan Jembatan Perintis Garuda di Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Jembatan tersebut resmi diresmikan pada Senin (14/9/2026) sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas serta membuka akses masyarakat, khususnya untuk mendukung aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi warga.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kerja sama Kodam XIV/Hasanuddin, Kodim 1430/Konawe Utara, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, dan PT ANTAM (Persero) Tbk.
Pekerjaan pembangunan jembatan berlangsung sejak 27 April hingga 22 Agustus 2026.

Peresmian turut dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin beserta jajaran, Bupati Konawe Utara dan jajaran pemerintah daerah, perwakilan PT ANTAM (Persero) Tbk, pemerintah Kecamatan Motui dan Desa Banggina, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial sebanyak 1.000 paket kepada masyarakat.
CSR & ER Division Head PT ANTAM Tbk, Yulan Kustiyan, yang hadir mewakili Direksi, mengatakan pembangunan jembatan merupakan salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Sebagai BUMN, ANTAM memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan CSR atau TJSL sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi ANTAM bersama TNI dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Yulan.
Ia menjelaskan, sebelum jembatan dibangun, sebagian masyarakat harus menempuh jarak sekitar 8 kilometer untuk mengantar anak-anak menuju sekolah melalui jalur yang dinilai kurang aman.

Salah satunya karena masyarakat harus menggunakan jalur hauling yang juga digunakan untuk aktivitas kendaraan berat operasional.
“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih dekat dan aman. Anak-anak dapat lebih mudah menuju sekolah, sementara masyarakat juga memiliki akses yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” lanjut Yulan.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, PT ANTAM, dan berbagai unsur masyarakat.
Ia berharap keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mempererat hubungan antarwilayah.
“Harapan kami, fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga dapat digunakan masyarakat dengan nyaman dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin.
Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Perintis Garuda memiliki arti penting dalam membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan pemerintahan, serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
“Jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa,” ujar Bupati Konawe Utara.
Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Banggina mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan memberikan perubahan langsung terhadap mobilitas warga, terutama bagi anak-anak yang bersekolah maupun masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Sekarang akses kami lebih dekat dan aman. Kami berharap jembatan ini dapat terus dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat. Terima kasih kepada TNI, pemerintah daerah, ANTAM, dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan jembatan ini,” ungkapnya.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Konawe Utara.
Bagi PT ANTAM, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan TNI dan pemerintah daerah serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan manfaat fasilitas tersebut diharapkan dapat didukung melalui peran bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan jembatan secara optimal.
- Penulis: Suhardin

Saat ini belum ada komentar